SPJB : Yani Minta Maaf Dan Berfikir Ulang

Daerah86 Dilihat
Kepala Kepolisian Ressort Metro Jakarta Barat Kombes Pasma Royce.

“Berdasarkan pemeriksaan bahwa dari lambung para mayat ini tidak ada makanan, Jadi bisa diduga berdasarkan pemeriksaan dari dokter bahwa mayat ini tidak ada makan dan minum cukup lama, karena dari otot-ototnya sudah mengecil “

Jakarta,markaberita.id

Meninggalnya satu keluarga di Kalideres-Jakarta Barat menyita perhatian publik bahkan mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak dan unsur Kepolisian dari Polres Metro Jakarta Barat sudah melakukan autopsi terhadap jasad-jasad yang sudah meninggal.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pasma Royce mengungkapkan penyebab kematian karena sudah lama tak mendapat asupan baik makanan maupun minuman hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan tim dokter forensik di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Berdasarkan pemeriksaan bahwa dari lambung para mayat ini tidak ada makanan, Jadi bisa diduga berdasarkan pemeriksaan dari dokter bahwa mayat ini tidak ada makan dan minum cukup lama, karena dari otot-ototnya sudah mengecil ” kata Kombes Pasma kepada wartawan, Jumat (11/11/2022).

Baca Juga  Muscab IX Gapensi Kabupaten Bekasi Nobatkan H.Wasju Juanda Menjadi Ketua
Walikota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko

Terkait kejadian meninggalnya satu keluarga yang berada dalam wilayah Jakarta Barat, Walikota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko mengatakan, mencurigai kematian satu keluarga tersebut bukan karena kelaparan. Yani Wahyu Purwoko mengatakan telah berkoordinasi dengan Camat Kalideres perihal tewasnya satu keluarga tersebut. Dari keterangan Camat, lanjut Yani, diketahui keluarga itu sempat membeli mobil dan kulkas.

“Mereka ini informasinya sempat membeli mobil dan kulkas. Karena itu patut dicurigai mereka yang tewas tidak karena kelaparan. Terlalu cepat menyimpulkan, saya masih harus berkoordinasi dengan berbagai pihak,” kata Yani, Jumat (11/11/2022).

Keterangan Yang Berbeda

Ketua Sahabat Pemuda Jakarta Barat Ari Kurniawan mengatakan sangat prihatin dan sedih atas meninggalnya satu keluarga yang ada di Kalideres – Jakarta Barat yang diduga meninggal akibat kelaparan dan jasad ini ditemukan sudah hampir sebulan oleh ketua RT setempat.

Baca Juga  FORUM SETDA JABAR Bey Machmudin: Momentum Menyamakan Visi Membangun Jawa Barat

Ari sangat menyesali komentar walikota Jakarta Barat yang mengatakan satu keluarga yang meninggal dunia bukan karena kelaparan padahal Kapolres Metro Jakarta Barat sudah mengeluarkan hasil autopsi yang dilakukan oleh-oleh dokter forensik yang sudah teruji keahliannya bahwa satu keluarga yang meninggal karena tidak asupan makanan dan minuman yang cukup lama.

“Walikota Jakarta Barat jangan lagi bersuara ke publik agar tidak terjadi kegaduhan dalam publik karena Yani memberikan komentar tanpa data maupun hasil uji laboratorium,” minta Ari (12/11).

Ari menambahkan, selaku Pemuda yang peduli akan pembangunan kota Jakarta Barat baik pembangunan infrastruktur maupun manusia, kami sangat kecewa dengan sikap dan komentar walikota Jakarta Barat karena tidak percaya dengan hasil autopsi dari Polres Metro Jakarta Barat, Kami sangat yakin dan percaya akan hasil autopsi yang dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Barat karena walikota tidak punya laboratorium forensik untuk bahkan tidak punya kewenangan untuk melakukan autopsi terhadap jasad korban.

Baca Juga  Kejaksaan Agung dan Komisi Kejaksaan Tingkatkan Kerjasama Menuju Kejaksaan yang Profesional, Humanis dan Berintegritas

“Seharusnya Yani meminta maaf dan harus berfikir ulang untuk melanjutkan jabatannya sebagai Walikota Jakarta Barat atas peristiwa kemanusiaan yang terjadi beberapa hari yang lalu”, tegas Ari.(Red)

Tampak depan rumah tinggal yang terletak di perumahan citra garden 1 Kalideres-Jakarta Barat dimana terdapat satu keluarga yang meninggal diduga kelaparan dan sudah terpasang garis polisi

Komentar