MPR Sebut Tiga Kecerdasan dalam Pembangunan Karakter Bangsa

Nasional62 Dilihat

INFO NASIONAL, Markaberita.id –  Kepala Bagian Pemberitaan Setjen MPR RI, Indro Gutomo mengatakan, dalam sejarah kemerdekaan Indonesia hingga masa reformasi, mahasiswa mempunyai peran sentral.

 

“Adik-adik harus paham bahwa dalam sejarah Indonesia, setiap perubahan rezim, aktor utamanya adalah mahasiswa. Mereka selalu berhasil sebagai agen perubahan karena pergerakannya selalu murni belum terpengaruh kepentingan apapun,” kata dia, saat menjadi narasumber di hadapan 125 mahasiswa dari berbagai fakultas dan civitas akademika Universitas Muhammadiyah, Bangka Belitung, dalam acara Sarasehan Kehumasan MPR RI, Menyapa Sahabat Kebangsaan, bertema: ‘Peran Mahasiswa Dalam Pembangunan Karakter Bangsa’ pada Jumat, 5 Mei 2023.

 

Mahasiswa Lewat Sarasehan

 

Pergerakan murni tersebut karena mereka senantiasa bergerak dengan semangat karakter bangsa, antara lain jiwa patriot, semangat persatuan dan kerja keras pantang menyerah. Menurutnya, mahasiwa perlu mengantisipasi efek negatif globalisasi seperti narkoba, pergaulan bebas, radikalisme dan sikap individualistis. “Efek negatif ini akan menggerus karakter bangsa,” ujarnya.

 

Untuk menghadapi hal ini mahasiswa diingatkan akan pentingnya kecerdasan spiritual, kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional. Dalam melaksanakan pembangunan kembali karakter bangsa ini maka perlu kerjasama yang baik antara mahasiswa sebagai generasi penerus dan seluruh komponen bangsa tidak terkecuali lembaga MPR RI.

 

Dalam membangun karakter bangsa MPR RI berperan melalui tugas yang dimilikinya. Salah satunya adalah pemasyarakatan empat pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempat pilar ini merupakan nilai-nilai luhur, sumber karakter bangsa Indonesia.

 

Peran lainnya adalah MPR RI pernah mengeluarkan Tap MPR RI Nomor VI/MPR/2001 tentang etika kehidupan berbangsa. Tap ini berisi rekomendasi kepada seluruh penyelenggara negara dan masyarakat untuk senantiasa mengedepankan etika dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

 

Adapun peran mahasiswa dalam membangun karakter bangsa dapat dilakukan dengan mengombinasikan dan senantiasa mengasah tiga kecerdasan. Pertama kecerdasan spiritual, mahasiswa diharapkan selalu menjaga ibadah.

 

Kedua kecerdasan intelektual. Ketiga adalah kecerdasan emosional yang dapat dilakukan melalui aktifitas penyaluran bakat, seni budaya maupun olah raga.

 

Dengan modal tiga kecerdasan tersebut mahasiswa akan menjadi sdm yang tangguh dan tidak mudah goyah, mampu menghadapi bahaya disintegrasi. Narasumber ke-2 dari Unmuh Babel Radmida Dawam, melihat bahwa Indonesia terdiri dari berbagai pulau yang masing-masing daerahnya hampir semua punya hukum adat.

 

Karena itu, jika persatuan tidak dikelola dengan baik maka akan terjadi perpecahan sehingga akan membahayakan NKRI. “Disinilan kita lihat pentingnya wawasan kebangsaan, wawasan ini akan menumbuhkan jiwa persatuan. Jiwa persatuan akan mencegah terjadi perpecahan bagi bangsa Indonesia,” kata dia.

 

Radmida juga mengingatkan kepada seluruh mahasiswa agar senantiasa menjaga sikap jujur, kerja keras, serta mengasah tiga kecerdasan tersebut. “Kami juga merupakan kampus yang sangat terbuka dan menghargai perbedaan. Dan disini wawasan nusantara merupakan kurikulum wajib,” ujarnya.

Komentar