(UAS) Ustadz Abdul Somad Meminta KBBI Di Revisi Terkait Video Viral Ucapan Panglima TNI ‘Piting’ Warga Rempang

Berita Utama82 Dilihat

Uas

(UAS) Ustadz Abdul Somad

 

Jakarta, Markaberita.id

Viral di media sosial ucapan Panglima TNI Laksamana Yugo Margono kepada anggotanya untuk memiting rakyat Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

“Lebih dari masyarakatnya itu satu orang miting satu. Ya kan TNI-nya umpanya, masyarakatnya 1.000 ya kita keluarkan 1.000. Satu miting satu itu kan selesai. Nggak usah pakai alat, dipiting aja satu-satu,” ungkap Laksamana Yudo Margono.

“Tahu itu dipiting? ya itu dipiting aja satu-satu,” tegasnya.

“Lebih dari masyarakatnya itu satu orang miting satu. Ya kan TNI-nya umpanya, masyarakatnya 1.000 ya kita keluarkan 1.000. Satu miting satu itu kan selesai. Nggak usah pakai alat, dipiting aja satu-satu,” ungkap Laksamana Yudo Margono.

Ucapan Panglima TNI Laksamana Yugo Margono ini menuai kritis keras termasuk dari Ustaz Abdul Somad (UAS).

Baca Juga  Sambut Idul Fitri 1444H, Lapas Banjarbaru Gelar Apel Kesiapan Pengamanan dan Simulasi Layanan Kunjungan Tatap Muka Bagi Warga Binaan

UAS sampai meminta definisi ‘piting’ pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) direvisi.

Alasannya karena kata piting bukan berarti mengapit atau menjepit dengan kaki atau lengan seperti yang tercantum dalam KBBI saat ini.

Makna piting menurut pihak TNI adalah merangkul.

Alasannya karena kata piting bukan berarti mengapit atau menjepit dengan kaki atau lengan seperti yang tercantum dalam KBBI saat ini.

Makna piting menurut pihak TNI adalah merangkul.

“Mohon agar Kamus Besar Bahasa Indonesia direvisi. Ada makna lain dari kata piting, yaitu merangkul,” tulis Ustaz Abdul Somad lewat status instagram@ustadzabdulsomad_official pada Selasa (19/9/2023).

Revisi tersebut disampaikan Ustaz Abdul Somad harus segera dilakukan.’Ucapan Laksamana Yugo Margono ini menuai kritis keras termasuk dari Ustaz Abdul Somad (UAS).

Baca Juga  Meski Sedang Berpuasa, Babinsa Kodim 1002/HST Tetap Lakukan Pendampingan Kepada Petani Di Desa Binaan

Alasannya karena kata piting bukan berarti mengapit atau menjepit dengan kaki atau lengan seperti yang tercantum dalam KBBI saat ini.

Makna piting menurut pihak TNI adalah merangkul.

Kapuspen TNI Sebut ‘Piting’ Bermakna Merangkul, Ustaz Abdul Somad Minta KBBI Segera Direvisi

Sebab, merujuk tangkapan layar KBBI yang diunggahnya, tidak ada penjelasan merangkul dalam kata ‘piting’.

Dalam halaman KBBI, hanya terdapat tiga makna dari kata dasar ‘piting’, antara lain:

1. Piting, memiting, yakni mengapit atau menjepit dengan kaki atau lengan.

Kata dasar itu bisa digunakan dalam kalimat: dengan cepat ia menubruk musuh itu lalu (piting) batang lehernya.

Kata dasar itu bisa digunakan dalam kalimat: kedua anak itu (piting-memiting).

3. Pitingan, yakni cara (hasil) memiting.

Kata dasar itu bia digunakan dalam kalimat: Ia merobohkan lawan dengan teknik (pitingan) yang baru dipelajarinya.

Baca Juga  Relawan Gema Airlangga Dukung Menteri Luhut Binsar Pandjaitan Untuk Audit Dana LSM di Indonesia

Postingannya pun disambut ramai masyarakat.

Para pengikutnya menyatakan setuju dengan sarkas yang dituliskan UAS.

Sebagian lainnya menghujat Panglima TNI Laksamana Yudo Margono karena dinilai sangat arogan terhadap rakyat.

Unggahan UAS ada alasannya.

Dia mempertanyakan klarifikasi Kapuspen TNI, Laksamana Muda TNI Julius Widjojono atas pernyataan Laksamana Yugo Margono.

Menurut Julius, makna ‘piting’ yang disampaikan Laksamana Yudo Margono merupakan bahasa untuk prajurit yang berarti merangkul. “Yang berarti setiap prajurit ‘merangkul’ satu masyarakat agar terhindar dari bentrokan. Kadang-kadang bahasa prajurit itu suka disalahartikan oleh masyarakat yang mungkin tidak terbiasa dengan gaya bicara prajurit,” ujar Julius dikutip dari Kompas TV pada Senin (18/9/2023). (Red).

Komentar