Ketua SPJ: Rapor Merah Untuk Kinerja Pak Heru

Megapolitan41 Dilihat

Jakarta, Markaberita.id

Heru Budi Hartono sudah genap 1 tahun 6 bulan menjadi Pj Gubernur DKI Jakarta. Heru dilantik menjadi Pj Gubernur DKI Jakarta sejak tanggal 17 Oktober 2022 oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Akan tetapi, kinerja Heru selama menjabat Pj Gubernur DKI Jakarta jauh dari kata maksimal.

Ketua Solidaritas Pemuda Jakarta, Choirul Umam, memberi tanggapan terkait hal ini. “Saya memberi “rapor merah” untuk kinerja Pak Heru selama menjabat Pj Gubernur DKI Jakarta. Banyak permasalahan di DKI Jakarta yang tidak bisa Pak Heru selesaikan bahkan banyak kebijakan Pak Heru yang menurut saya tidak tepat sasaran” terang Umam.

Umam menyoroti masalah banjir, kemacetan, hingga ruang bagi pejalur sepeda dan pedestarian yang menurutnya Budi Heru Hartono gagal dalam menyelesaikannya dan layak di beri “rapor merah”.

Baca Juga  PBJ: Mendorong Kaum Perempuan Maju Dalam Pilkada Jakarta 

“Saya beri tahu beberapa kegagalan Pak Heru selama menjabat sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta. Pertama, Pak Heru bukannya menambah jalur pesepeda dan ruang bagi pedestarian tapi malah mengurangi atau menghilangkannya. Hak pengguna sepeda dan pedestarian tidak diperhatikan oleh Pak Heru. Kedua, soal banjir, saya melihat penanganan banjir di Jakarta sangat kurang memuaskan. Program normalisasi dan restorasi sungai di Jakarta era Pak Heru hanya sekedar dongeng pengantar tidur. Indah didengar tapi tidak sesuai fakta dan kenyataan yang ada. Banyak wilayah di Jakarta yang terkena banjir jika Jakarta diguyur hujan ringan ataupun deras. Ketiga, soal kemacetan, polusi udara, dan sampah. Pak Heru pernah berucap siap menyelesaikan masalah kemacetan, polusi udara dan sampah di Jakarta saat mendapatkan SK perpanjangan jabatan sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta dari Mendagri. Tapi mana hasilnya? Nol besar. Macet makin parah, polusi udara makin tinggi, apalagi soal sampah, tidak ada langkah efektif untuk bisa menyelesaikan itu semua. Keempat soal fasilitas kesehatan. Saat ini ada kurang lebih 15 kelurahan di Jakarta yang tidak punya fasilitas puskesmas. Heru Budi pernah berjanji akan secepatnya membangun puskesmas. Lagi-lagi cuma sekedar “omon-omon” belaka. Keempat, soal pembangunan fasilitas olahraga seperti GOR yang banyak mangkrak. Padahal sudah dianggarkan Rp 524 Miliar untuk bangun GOR di 14 titik di Jakarta tapi lagi-lagi tidak terlaksana dengan baik. Dan masih banyak lagi “rapor merah” kinerja Pak Heru selama menjadi Pj Gubernur” jelas Umam.

Baca Juga  FPPJ Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Dan PT Jakpro Untuk Memberikan Hunian Yang Nyaman Untuk Masyarakat Kampung Bayam Di Rusun Nagrak

Kini tersisa kurang lebih 6 bulan lagi masa jabatan Pj Gubernur hingga nanti Gubernur baru Jakata terpilih. Tapi Umam pesimistis, Heru Budi Hartono bisa melakukan banyak hal untuk setidaknya sedikit menyelesaikan masalah di Jakarta yang belum terselesaikan.

“Apa lagi yang mau diharapkan dari Pak Heru? Bahkan Pak Heru kunker ke luar negeri apa manfaatnya bagi rakyat Jakarta? Hanya menghabiskan uang rakyat saja. Tapi masalah Jakarta tidak ada yang bisa diselesaikan oleh Pak Heru. Padahal sudah dapat gaji, tunjangan, dan fasilitas yang sangat memadai sebagai Pj Gubernur tapi kinerjanya jauh dari harapan warga Jakarta. Mungkin nilai yang pantas itu 3 atau 4 dari 10 atas kinerja Pak Heru selama menjabat sebagai Pj Gubernur. Dan jangan sampai dia jadi Gubernur. Bisa rusak Jakarta kalau dipimpin lama-lama oleh orang yang gak bisa kerja seperti Pak Heru” tutup Umam. (Red)

Komentar