Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin Resmikan Masjid Istiqlal Osaka Di Jepang

Nasional131 Dilihat

Osaka – markaberita.id – Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin meresmikan Masjid Istiqlal Osaka di Jepang hari ini. Masjid Istiqlal Osaka kini sudah dapat dilakukan salat berjemaah 5 waktu hingga digunakan untuk pengajian masyarakat muslim di Osaka.

Masjid itu ramai dikunjungi WNI yang berada di Osaka untuk menghadiri peresmian yang dilakukan oleh Ma’ruf Amin Senin (6/3/2023), Masjid Istiqlal Osaka ini dapat menampung 1.500 jemaah.

Bangunan Masjid Istiqlal Osaka ini bertingkat. Di lantai dasar terdapat minimarket yang menjual makanan halal. Sedangkan di lantai 2 merupakan tempat salat bagi jemaah wanita. Di lantai 3, diperuntukkan sebagai tempat salat jemaah pria.

Saat Ashar tiba, Wapres Ma’ruf bersama warga menggelar salat berjemaah. Salat berjemaah itu digelar tepat sebelum peresmian masjid dilangsungkan. Dalam peresmian itu, Ma’ruf juga menandatangani prasasti Masjid Istiqlal Osaka.

Imam Masjid Istiqlal Osaka Ustaz Rizal menuturkan, masjid yang dulunya toko sepatu ini, telah digunakan untuk salat 5 waktu, salat Jumat, salat Idul Fitri dan Idul Adha, kegiatan pengajian, serta Taman Pendidikan Al-Qur’an dengan jumlah santri aktif sebanyak 80 orang selama ini.

Ustaz Rizal menambahkan masjid ini juga digunakan sebagai muallaf center, di mana telah ada 21 orang Jepang yang sudah mengucapkan syahadat di Masjid Istiqlal Osaka.

Ma’ruf berharap Masjid Istiqlal Osaka dapat mengangkat citra Islam yang sebenarnya. Misalnya masyarakat yang toleransi dan menyejukkan.

“Saya juga harapkan MIO (Masjid Istiqlal Osaka) dapat menjadi etalase citra dan wajah Islam yang sebenarnya, yang menyejukkan, toleran, maju dan damai,” ujar Ma’ruf saat meresmikan Masjid Istiqlal Osaka (MIO).

Menurutnya, saat ini fungsi masjid semakin berkembang di dunia modern. Karena itu, dia berharap masjid ini juga mampu menjadi tempat pengembangan ekonomi syariah.

“Saya mengharapkan masjid menjadi tempat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, baik dalam mengembangkan konsep maupun praktiknya,” ujarnya.

Komentar