PP GMPI : Bupati Kabupaten Bogor Miskin Gagasan Karna Sarankan Masyarakat Makan Singkong Sehari-hari Untuk Pengganti Nasi

Megapolitan125 Dilihat

 

Booby GMPI

Waketum PP GMPI Booby Kc

 

Bogor, Markaberita.id

Nasi putih merupakan makanan sehari hari yang berasal dari Padi digiling lalu menjadi beras dan dimasak sehingga bisa menjadi nasi ataupun Bubur dan ini pun merupakan makanan pokok sehari hari, namun muncul saran dari Pemerintah Kabupaten Bogor kepada masyarakatnya untuk memakan selain beras seperti umbi umbian.

Hal ini memancing perhatian publik khususnya Pimpinan Pusat GMPI yang turut komentar apa yang disampaikan Pemerintah Pusat dan diamini oleh Bupati Bogor Iwan Setiawan.

menurut Bobby KC Wakil Ketua Umum PP GMPI terkait saran mengkonsumsi umbi umbian terlalu berlebihan dan miskin ide.

“Sedikit mengelitik dan hal yang boleh dibilang tidak masuk akal masa kasih saran untuk kembali ke masa lampau, kalau tidak mampu menjadi Pemimpin di Kabupaten Bogor ya lebih baik mundur saja karena masih banyak di Kabupaten Bogor tokoh dan Teknokrat yang bisa membawa bogor lebih baik, yang namanya pemimpin itu harus punya solusi dan kreatif berani ambil resiko bukan menjadi pemimpi yang senang masyarakatnya makan umbi umbian!! kita ini merdeka sdh 78 tahun loh, urus saja dulu soal kekeringan air di Bogor fokus terhadap kelanjutan program Bupati sebelumnya”

Baca Juga  LPMAK Desak investor ITF Sunter Bukaan-Bukaan Aliran Dana Yang Sudah Terkucur

sebelumnya Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan Untuk mengantisipasi kepanikan masyarakat karena harga beras mahal, saya menghimbau agar masyarakat mulai mengganti beras swngan pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) seperti umbi-umbian, kacang dan singkong,

menurut Bobby yang juga pernah jadi Tim Pasangan HADIST tersebut mengatakan Indonesia ini negara subur ditambah kompaknya masyarakat perlu menjadi perhatian terlebih khusus Pemerintah Kabupaten Bogor agar lebih proaktif menjaga kestabilan bahan pokok

“saya kecewa berat terhadap Bupati Bogor sekarang yang pernah saya kawal suaranya bersama Ibu Ade Yasin waktu itu, masa menganggap masyarakat panik, Menurut saya yang panik itu Bupatinya bukan masyarakatnya, karena tinggal 2 bulan lagi tidak bisa berbuat apa apa, kata Bobby ketika ditanya Awak Media.

Baca Juga  Ada Dugaan Paket Pengadaan Siluman Bergentayangan Di BPBD DKI Jakarta

“asal tahu saja Masyarakat Kabupaten Bogor sudah tidak asing soal itu ( Umbi Umbian ) apalagi yang tinggal di daerah pegunungan dan perbukitan sudah khatam mereka bahkan turun temurun sampai hari ini, jadi jangan ajari Bebek berenang kepada masyarakat Kabupaten Bogor” candanya.

disisi lain Kabupaten Bogor memiliki 44 Kecamatan serta 416 Desa terdapat lahan yang sangat luas tentunya masih bisa memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Saran saya Bupati Bogor jangan banyak seremonial di Gedung Tegar Beriman, segera turun ke desa desa lihat sistem pengairannya bagaimana, sawahnya apakah produktif atau tidak, ajak Petani nya ngobrol dan tuntaskan disitu, kasih modal supaya mereka senang dan semangat menggarap lahan nya bukan justru seolah dianggap tidak mampu memenuhi kebutuhan pasokan beras untuk masyarakat Kabupaten Bogor, lihat dulu cek kelapangan secara riil berdasarkan fakta dan data akurat bukan berdasarkan hasil laporan dari anak buah pungkas Bobby”(Red).

Komentar