Family Support Group, Lapas Banjarbaru Hadirkan Keluarga Warga Binaan dalam Pemulihan Adiksi Peserta Rehabilitasi Sosial

Daerah83 Dilihat

Banjarbaru, Markaberita.id  Lapas Kelas IIB Banjarbaru bekerja sama Yayasan Roemah Pelita Bangsa menggelar kegiatan “Family Support Group” (FSG) yang mengundang Keluarga dari peserta Rehabilitasi Sosial. Turut hadir, para Konselor Adiksi mendampingi peserta Rehabilitasi berjumpa dengan keluarganya di Aula Lapas, Jumat (14/7/2023).

Dalam sambutannya, Kalapas Kelas IIB Banjarbaru melalui Kepala Subseksi Perawatan, Dedy Safitri menyampaikan bahwa ada banyak faktor yang mempengaruhi proses pemulihan dalam program rehabilitasi, salah satunya adalah dukungan keluarga.

“Begitu pentingnya dukungan keluarga yang dapat memberikan penguatan terhadap peserta yang menjalani proses rehabilitasi dan pasca rehabilitasi serta meningkatkan rasa percaya diri pecandu agar dapat cepat pulih dan siap kembali ke lingkungan masyarakat ,” ujarnya.

Baca Juga  Pekerjaan Leningan Depan Desa Setialaksana, Di Setop Warga, Dinilai Tidak Bermanfaat

Sementara itu, Bharata Ariedona dari Yayasan Roemah Pelita Bangsa mengapresiasi program rehabilitasi sosial yang dilaksanakan oleh Lapas Banjarbaru. Ia juga menyampaikan materi tentang “Codependency” yang ditujukan bagi keluarga dan para peserta rehabilitasi.

“Codependency adalah suatu kondisi di mana orang-orang yang dekat di sekitar sang pengguna menjadi sangat terobsesi untuk memperbaiki keadaan si pengguna narkoba. Seorang yang codependency memiliki kesamaan-kesamaan cara berpikir dan sikap yang jika tidak mulai dikenalkan dan dirubah akan membuat masalah yang ada berlarut-larut dan bertambah parah,” jelas Bharata

Menurut Bharata, recovery (pemulihan) bukan merupakan hal yang mudah dan semua anggota keluarga harus mengetahui dan menyadarinya. Jika tidak menyadarinya, mereka bisa menyimpan harapan yang terlalu tinggi kepada dan menjadi marah dan sangat kecewa jika pemulihan kecanduaan tidak menjadi sesuai harapan mereka.

Baca Juga  Intervensi Kemiskinan Ektrem dan Stunting, Pj Bupati Dani Ramdan Tinjau Proyek Rutilahu dan SPALD-S 

“maka dari itu dalam hal ini keluarga harus memberikan dukungan dan motivasi secara konsisten, memberikan kepercayaan, memberikan penghargaan atas setiap perbaikan dan kemajuan yang dilakukan dan tidak mengungkit masa lalu dengan sengaja. Hal itu semua akan akan sangat membantu pecandu dari pemulihannya,” pungkasnya.

Kegiatan FSG merupakan salah satu kegiatan terakhir dalam program Rehabilitasi Sosial tahap I di Lapas Banjarbaru yang berlangsung selama 6 bulan, terhitung sejak Februari hingga Juli 2023 dengan jumlah peserta sebanyak 180 orang Warga Binaan.

Pada kegiatan FSG tersebut, keluarga dan para peserta rehabilitasi saling berbagi dan memberikan dukungan, berbagi pengetahuan (Family Education), berbagi cerita (Family Sharing), dan sekaligus sebagai bentuk terapi keluarga (Family Therapy).

Komentar